Ibu di Surabaya Menangis Melapor Ke Polisi Mencurigai Putrinya Telah Diculik
Surabaya - Seorang ibu menangis di dekat jembatan penyeberangan (JPO) Jalan Pemuda, Surabaya. Ia mengaku sedih karena curiga putrinya diculik.
Peristiwa itu terjadi pada pukul 09.00 WIB. Kabar ibu yang panik bernama Verawati sempat beredar di aplikasi chat.
Warga melaporkan kejadian tersebut ke polisi setempat. Kemudian ditindaklanjuti oleh Polsek Genteng dan Satreskrim Polres Surabaya. Petugas bergerak cepat. Sekitar 1,5 jam kemudian, putri Verawati ditemukan kembali.
Saat ditemui di Polsek Genteng, Verawati menceritakan kejadian tersebut. Awalnya, dia bersama anak perempuan dan saudara laki-lakinya berada di JPO Jalan Pemuda. Kemudian bertemu dengan seorang wanita yang meminta bantuan putrinya yang berusia 20 tahun. Mereka akhirnya berpamitan, dan ponsel putri mereka dibawa oleh Verawati.
"Awalnya ketemu di anjungan. Saya enggak kenal, saya minta sidik jari. Saya izinkan. Tidak apa-apa, hanya 10 menit. Setelah itu lama sekali, saya panik," kata Verawati. kepada wartawan, Jumat (31/12/2021).
Verawati yang panik akhirnya meminta bantuan security di sekitar lokasi untuk melihat CCTV. Setelah itu, Verawati disarankan ke lokasi terakhir putranya. Tapi tidak bisa.
“Tidak bisa. Lalu dengan tangan kosong (dikembalikan), lalu tanya ke satpam dekat RRI, terus dibantu. Kemudian dilaporkan ke Satpol PP, setelah itu diteruskan ke polisi. Alhamdulillah saya temukan itu,” kata Verawati.
Verawati senang melihat putrinya kembali bersama orang yang membawa anaknya. “Alhamdulillah saya senang, terima kasih kepada polisi dan masyarakat di sana,” kata Verawati.
Kapolsek Genteng Kompol Wisnu S Kuncoro mengatakan, setelah menerima kabar adanya dugaan penculikan tersebut, pihaknya meminta anggota untuk menindaklanjuti informasi tersebut. Kasat Reskrim Polsek Genteng Iptu Sutrisno bersama Tim Resmob Polrestabes Surabaya langsung turun ke lokasi dan mencari keberadaan putri Verawati tersebut.
“Kami tindak lanjuti dan cek CCTV di lokasi. Kurang dari satu jam setengah sudah kami dapatkan kejelasan. Tidak ada unsur penculikan, karena anak ini sudah izin dari ibunya. Alhamdulillah anaknya sudah kembali. ,” kata Wisnu.