Modus Pimpinan Pondok Pesantren di Kuningan Tak Senono Terhadap 8 Santri

Admin

Kuningan - Perbuatan mesum ini dilakukan oleh pria berinisial MH (38), yang merupakan pimpinan sebuah pondok pesantren di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat. MH mencabuli delapan muridnya yang masih di bawah umur.

Dari hasil pemeriksaan, MH mencabuli murid-muridnya dengan iming-iming hadiah. MH membujuk korban untuk masuk ke kamarnya di pondok pesantren yang terletak di Desa Cisantana, Kecamatan Cigugur.

"Korban dipanggil ke kamar tersangka. Setelah dipanggil, dia dibujuk untuk diberikan barang-barang seperti baju koko dan parfum. Setelah dirayu, tersangka mencium kening, pipi dan memainkan alat kelamin korban," kata Kasat Reskrim. Polres Kuningan AKP Muhammad Hafid Firmansyah, Jumat (31/12/2020). 2021).

Menurut Hafid, tersangka AH telah mencabuli korbannya sejak Oktober 2021. Baru-baru ini tersangka ditangkap karena adanya laporan dari orang tua korban.

AH diduga mengalami kelainan seksual karena semua korbannya adalah siswa laki-laki. "Tersangka mungkin ada kelainan, istrinya juga masih bertanya-tanya alasannya. Sepertinya ada kelainan," kata Hafid.

"Tersangka sudah memiliki istri dan anak. Tersangka adalah pimpinan dan guru pesantren tersebut," kata Hafid.

Keabnormalan ini diperkuat dengan pernyataan bahwa AH meminta korban untuk melakukan aktivitas seksual dengannya. "Korban belum melapor. Ini diakui sendiri oleh AH," ujarnya.

Kini polisi masih terus memeriksa tersangka dan saksi lainnya untuk mengetahui kemungkinan adanya korban lainnya. "Kami terus menyelidiki kemungkinan adanya korban lain," kata Hafid.