Pertamina Kaji Kenaikan Harga Pertamax

Admin

PT Pertamina (Persero) sedang mengkaji kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) Pertamax. Namun, belum bisa dipastikan kapan harga Pertamax akan naik.

"Kami juga melihat tren harga minyak yang tinggi," kata Pjs Sekretaris Perusahaan PT Pertamina Patra Niaga Sub Holding Commercial & Trading Irto Ginting pada Selasa malam, 8 Februari 2022.

Harga minyak dunia sempat melonjak ke level tertingginya dalam tujuh tahun terakhir pada akhir perdagangan Jumat lalu. Seperti dilansir Antara, minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Maret naik $2,16, atau 2,4 persen, menjadi menetap di $93,27 per barel.

Saat ini, Pertamax dibanderol dengan harga Rp. 9.000 per liter. Harga pertamax terakhir naik pada Februari 2020.

Sementara Shell telah menaikkan harga bahan bakar Shell Super yang memiliki tingkat RON 92 seperti Pertamax. Shell Super sejak 1 Februari 2022 naik dari Rp 12.040 menjadi Rp 12.990 per liter..

Irto mengatakan, terkait kajian kenaikan harga Pertamax, Pertamina masih berkonsultasi dengan Kementerian ESDM.

Sebelumnya, PT Pertamina (Persero) mengatakan harga jual BBM perusahaan saat ini sudah tidak sesuai lagi dengan harga pasar. Pasalnya, penetapan harga bahan bakar umum khususnya untuk produk Pertalite dan Pertamax terakhir disesuaikan pada tahun 2019 dan 2020

Vice President Corporate Communication Pertamina Fajriyah Usman mengatakan, untuk BBM jenis Pertalite terakhir kali dilakukan penyesuaian pada Januari 2019, sedangkan penyesuaian harga Pertamax dilakukan pada Februari 2020. Harga tersebut mengacu pada harga pasar yang berlaku saat itu. “Kenaikan harga minyak mentah berdampak pada kenaikan biaya produksi bahan bakar. Kinerja keuangan sektor hilir juga tertekan," kata Fajriyah kepada Bisnis, Jumat, 28 Januari 2022.