PSI Berang Mobil Isyana Dituduh Bolak-balik di Sumur Resapan
Jakarta - Amblesnya sumur resapan di Jalan Bona Indah, Jakarta Selatan, yang melibatkan mobil Ketua DPP PSI Isyana Bagoes Oka berbuntut panjang. Soal 'mobil bolak-balik' kini menjadi polemik.
Sebelum sumur resapan jebol, Kepala Lebak Bulus Jaenudin mengungkapkan, sering terjadi kendaraan hilir mudik melintasi lokasi. Lokasi pembangunan sumur resapan berada di jalan buntu dan tidak ada orang yang lewat.
"Sebenarnya jalannya sepi, kompleksnya tidak terlalu ramai. Jalan biasa 6 meter. Ini hanya tebakan, aneh saja kok mobilnya bolak-balik di sana," kata Jaenudin saat dihubungi, Kamis (9/9). /12/2021).
Informasi mobil bolak-balik, kata Jaenudin, didapat dari seorang pekerja proyek sumur resapan. Disebutkan pula, di sekitar sumur resapan yang jebol terdapat goresan pada aspal di area sumur resapan.
Namun, Jaenudin mengaku tidak mengetahui mobil siapa yang hilir mudik ke lokasi.
"Kurasa tidak, apa kau benar-benar punya niat buruk atau apa, kan? Aku juga bingung. Jejak di lubang itu bisa dilihat, yang lain tidak," kata Jaenudin.
PSI Marah
Pernyataan Jaenudin membuat kubu PSI berang. Ketua DPW PSI DKI Jakarta Michael Sianipar mempertanyakan pernyataan lurah tersebut. Menurut Michael, kalaupun mobil bolak-balik, tidak serta merta merusak sumur resapan.
"Saya kira ini tuduhan yang sangat serius, apalagi yang keluar dari mulut pejabat publik. Dasarnya apa? Kalaupun bolak-balik, belum tentu ada niat untuk merusaknya. Laporan sepihak," kata Michael dalam keterangan yang diterima, Jumat (12/10/2021).
Michael mengatakan tugas pejabat publik harus memastikan keselamatan warga. Ia menyayangkan sikap Lebak Bulus Lurah yang mencari-cari kesalahan warga. Menurutnya, pernyataan tersebut sama saja dengan menuduh Isyana Bagoes Oka.
"Sama saja Pak Lurah menuduh Kak Isyana sengaja merusak fasilitas umum. Ini bisa dikriminalisasi. Jadi pejabat publik harus bekerja untuk memastikan semuanya aman bagi warga. Di sini mobilnya terjeblos sumur, bukannya dituduh berbagai macam kecurigaan," kata Michael.
Namun, Michael belum bisa memastikan langkah apa yang akan diambil Isyana. Ia berharap Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bisa menjadi contoh bagi jajarannya.
“Tentu saja, penindakan hukum adalah hak penuh Kak Isyana. Kami sebagai kader parpol tentu berharap seorang pejabat publik memiliki komunikasi yang lebih baik. Kebiasaan melempar tanggung jawab dan menyalahkan orang tidak boleh menjadi budaya di pemerintahan Pak Anies,” kata Michael.