PD: Kok 'Perang' Jokowi-Prabowo mau Dilimpahkan Ke Ganjar dan Anies?

Wahyu EL
Jakarta - Partai Demokrat (PD) menilai ada cara tersendiri untuk menghentikan polarisasi di masyarakat jelang Pemilihan Umum dan Pemilihan Presiden 2024.

Kepala Badan Komunikasi Strategis DPP/Koordinator Juru Bicara PD Herzaky Mahendra Putra menjelaskan, elit politik harus memberi contoh, terbuka, menjaga komunikasi dengan semua pihak, dan menghormati perbedaan agar tidak terjadi polarisasi.

“Melihat pihak-pihak yang berbeda pendapat atau berbeda kubu, bukan sebagai musuh, tetapi sebagai lawan dialektika dan mitra dalam membangun negara,” kata Herzaky dalam keterangannya, Selasa (28/6/2022).

Herzaky mengatakan elite politik juga harus membiasakan diri dan siap bersaing, bukan alergi. Herzaky menyoroti dua pemilihan presiden sebelumnya yang hanya diikuti oleh dua kubu.

“Pilpres 2014 dan 2019, yang hanya diikuti dua kubu dan tokoh yang sama persis yang bertarung, membuat perpecahan di masyarakat semakin dalam. Buka ruang koalisi dan minimal tiga pasangan calon di Pilpres 2024 untuk mencegah perpecahan,” ujarnya. dikatakan.

Herzaky mengimbau untuk berhenti menyebarkan politik kebencian, pembingkaian, dan pelabelan yang merusak. Kemenangan, kata Herzaky, sebisa mungkin tidak menghancurkan lawan dalam kontes tersebut.

Bagi Herzaky, ketiga hal ini menjadi kunci mengatasi polarisasi, bukan soal memasangkan satu karakter dengan karakter lainnya. Sebab, menurut Herzaky, memasangkan siapa dengan siapa sama saja menuduh sosok pasangan dan pendukungnya sebagai sumber polarisasi.

Padahal, polarisasi ini, perpecahan di masyarakat, sudah jelas terjadi sejak Pilpres 2014, ketika hanya ada dua kubu capres, Jokowi dan Prabowo, yang kemudian berlanjut pada 2019,” katanya.

Herzaky kemudian menyebut persaingan antara Jokowi dan Prabowo Subianto di Pilpres 2019 ingin diwarisi oleh Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo. Herzaky mempertanyakan siapa yang akan diuntungkan jika 'pertarungan' itu diwariskan.

“Pertanyaannya, mengapa seolah-olah perang Jokowi-Prabowo akan dilimpahkan ke Ganjar dan Anies? Siapa yang sebenarnya diuntungkan dari polarisasi selama 2014 dan 2019? Partai mana? Tokoh mana? Partai politik mana? sumber masalah sebenarnya. Hati-hati dengan mereka yang berusaha melanggengkan polarisasi, mengorbankan integritas masyarakat, bangsa dan negara ini, untuk kepentingan elektoral mereka saja," tambahnya.

Herzaky mengatakan, Partai Demokrat, seperti ditegaskan Ketum AHY, akan melawan mereka yang ingin melanggengkan perpecahan masyarakat. Demokrat tidak mau memberi ruang polarisasi pada Pilpres 2024.