Indeks Kebahagiaan Era Ahok vs Anies, Siapa Lebih Baik?

Admin

Jakarta - Indeks Kebahagiaan di Jakarta turun selama empat tahun terakhir, yakni era Gubernur Anies Baswedan. Badan Pusat Statistik (BPS) mengukur kebahagiaan Jakarta sejak era Gubernur DKI Jakarta sebelumnya, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Bagaimana membandingkan?

BPS menjelaskan, Happiness Index sudah diukur BPS sejak tujuh tahun lalu. Dengan demikian, telah ada angka Indeks Kebahagiaan untuk Jakarta sejak tahun 2014.

"Sejak 2014 dalam Survei Pengukuran Tingkat Kebahagiaan (SPTK) 2014, 2017 dan 2021," kata Kabag Humas PBS, Eko Oesman, Sabtu (1/1/2022).

Ahok menjabat sebagai Gubernur DKI sejak 19 November 2014 hingga Mei 2017. Bahkan, Ahok pernah mengklaim Jakarta Happiness Index tinggi. Dia mengatakan bahwa pada tahun 2016.

"Indeks kebahagiaan di DKI tertinggi di Indonesia sebesar 78,9. Dunia yang sangat maju adalah 80. Jika kita mencapai ini, kita setara dengan dunia," kata Ahok pada 20 Oktober 2016.

Namun, angka yang diklaim Ahok tidak tercantum di BPS. detikcom melihat Indeks Kebahagiaan Menurut Provinsi 2014-2017 di situs resmi BPS. Berikut angka-angkanya.

Indeks Kebahagiaan Menurut Provinsi 2014-2017

DKI Jakarta

2014: 69,21 (Indonesia: 68,28)

2017: 71,33 (Indonesia: 70,69)

Metode 2017 berbeda dengan metode sebelumnya. Indeks kebahagiaan 2017 diukur menggunakan tiga dimensi: Kepuasan Hidup, Pengaruh, dan Makna Hidup (Eudaimonia). Sedangkan pada metode sebelumnya (2013-2014), indeks kebahagiaan hanya diukur menggunakan satu dimensi yaitu Life Satisfaction.

Gubernur DKI kemudian dijabat Anies Baswedan mulai Oktober 2017 lalu. BPS kembali melakukan survei. Survei dilakukan serentak di seluruh kabupaten/kota di 34 provinsi di seluruh Indonesia.

Survei dilakukan mulai 1 Juli hingga 27 Agustus 2021. Unit analisisnya adalah rumah tangga yang dipilih secara acak.

Indeks Kebahagiaan Menurut Provinsi 2017-2021

2017: 71,33 (Indonesia: 70,69)

2021: 70,68 (Indonesia: 71,49)

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menilai turunnya tingkat kebahagiaan warga tidak terlepas dari COVID-19. Pandemi tersebut, kata Riza, berdampak besar bagi warga.

"Yang pasti dampak pandemi COVID ini sangat besar bagi kesehatan dan perekonomian kita," kata Riza di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat.

Jadi, era Jakarta mana yang lebih bahagia? Silahkan menilai, tentunya juga disertai dengan pertimbangan kondisi dan tantangan masing-masing zaman.