PPKM Level 3 Nataru Dibatalkan, Jokowi: Tak Perlu Sekat
Jakarta - Pemerintah membatalkan pelaksanaan PPKM level 3 saat Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2022. Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengungkapkan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan tidak perlu ada sekat selama Nataru.
"Presiden mengatakan tidak perlu ada sekat, tapi harus diperkuat, di tempat-tempat publik yang menggunakan Care to Protect," kata Tito kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (7/12/2021).
Tito mengimbau masyarakat yang belum divaksinasi untuk tidak bepergian. Mendagri mengingatkan bahwa COVID-19 belum sepenuhnya hilang.
“Yang sudah dua kali vaksinasi bisa, yang belum vaksin jangan. Walaupun cukup tinggi (angka vaksinasi), tapi kita juga terpapar kan, (sekitar) 100-200 di sana. mereka yang terpapar," imbuh Tito.
Seperti diberitakan sebelumnya, pemerintah telah memutuskan untuk membatalkan pelaksanaan PPKM level 3 untuk mencegah gelombang COVID-19 selama periode Nataru secara merata di semua wilayah. Kemudian, pemerintah memutuskan untuk menerapkan kebijakan yang lebih proporsional, yakni tetap mengikuti penilaian situasi pandemi sesuai kondisi saat ini, namun dengan beberapa pengetatan.
Hal itu disampaikan dalam keterangan tertulis Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi bertajuk 'Penanganan Pandemik Terkendali, Pemerintah Seimbangkan Aturan Kedepan Nataru', Senin (6/12). Perubahan detailnya akan tertuang dalam revisi Kemendagri dan surat edaran lainnya terkait Nataru.
Keputusan ini didasarkan pada pencapaian vaksinasi dosis 1 di Jawa-Bali yang sudah mencapai 76 persen dan dosis 2 yang mendekati 56 persen. Vaksinasi untuk lansia terus digenjot hingga saat ini mencapai 64 dan 42 persen untuk dosis 1 dan 2 di Jawa-Bali.
Seperti diberitakan sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan memastikan tidak ada isolasi selama pelaksanaan PPKM level 3 saat libur Natal dan Tahun Baru. Mobilitas masyarakat diperketat terkait protokol kesehatan.
“Mobilitas tentu akan diperketat, terutama terkait protokol kesehatan, termasuk swab antigen, mungkin juga perlu PCR, lalu vaksin, terutama yang akan bepergian. Tapi intinya sesuai arahan presiden ada. tidak ada isolasi," kata Muhadjir kepada wartawan di sini. Kompleks Istana Kepresidenan, Kamis (18/11).