PKB Menilai Ma'ruf Amin Gelisah dengan Ulama yang Terjebak Kekuasaan

Admin

Jakarta - Wakil Presiden (Wapres), KH Ma'ruf Amin berharap para ulama tidak terjebak dalam kekuasaan. PKB menganggap apa yang dikatakan Ma'ruf Amin sebagai bagian dari kegelisahannya karena memahami peran ulama.

"Ya, itu bagian dari ekspresi kecemasan," kata Deputytum PKB, Jazilul Fawaid, Sabtu (4/12/2021).

“Wajar saja karena dia sangat memahami peran ulama,” imbuhnya.

Namun, Jazilul belum mengetahui siapa yang dimaksud Ma'ruf Amin. Selain itu, Jazilul juga tidak mengetahui apa latar belakang Ma'ruf Amin hingga ia mengatakan hal tersebut.

"Tentu saja dia lebih tahu karena dia adalah sosok ulama, bahkan pernah menjadi ketua MUI," katanya.

Jazilul menilai pernyataan Ma'ruf Amin agar para ulama tidak terjebak oleh kekuasaan yang justru memecah belah umat. Sebab, menurut PKB, ulama adalah perekat masyarakat.

“Mungkin maksudnya, agar tidak terjebak pada tarikan kekuasaan yang bisa memecah belah umat. Menurut kami, ulama tetap diharapkan menjadi kekuatan moral yang merekatkan persatuan dan perdamaian,” imbuhnya.

Ma'ruf Amin sebelumnya mengajak seluruh ulama untuk tidak terjebak dalam kekuasaan. Ia berharap para ulama lebih mengutamakan peningkatan keimanan dan perekonomian umat.

"Saya harap kita tidak terjebak pada aspek kekuasaan, karena kekuasaan bukan kewenangan kita. Kekuasaan adalah kewenangan Allah," kata Wapres saat membuka Muktamar Nasional Rabithah Alawiyah ke-25 seperti dilansir Antara, Sabtu. 4/12).

Wapres mengatakan penguatan keimanan dan ekonomi umat di era globalisasi saat ini merupakan tugas mendesak yang harus dilakukan oleh para ulama.

“Perbaikan yang harus kita lakukan sekarang, yang menurut saya paling mendesak, pertama tentu keimanan dan kedua pemberdayaan umat Islam melalui penguatan ekonomi kerakyatan,” jelasnya.