Duet Ganjar-Erick Thohir Dapat Kalahkan Prabowo-Puan
JAKARTA - Indikator Politik Indonesia tidak hanya melakukan simulasi individu, tetapi juga terhadap pasangan calon presiden dan wakil presiden yang berpeluang maju pada Pilpres 2024 mendatang. Dari hasil simulasi, belum terlihat adanya pasangan calon presiden dan wakil presiden yang dominan atau menonjol.
"Ini benar-benar statistik, neck to neck, kita tidak tahu lagi siapa yang akan menang karena selisih tiga pasangan ini sangat tipis," kata Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi dalam presentasi daringnya, Minggu (12/12). /5/2021).
Dalam simulasi yang dilakukan Indikator, terdapat tiga sumbu capres dan cawapres. Simulasi pertama mempertemukan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dengan Menteri BUMN Erick Thohir, kemudian Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Ketua Golkar Airlangga Hartarto, serta Ketum Gerindra Prabowo Subianto dan Ketua DPR Puan Maharani.
Alhasil, pasangan Prabowo-Puan keluar sebagai pemenang dengan dukungan 29,6%. Masih terpaut tipis dari posisi kedua Ganjar-Airlangga dengan dukungan 28,8%, dan Anies-Erick 28,2%. Responden tidak menjawab atau tidak tahu sebesar 13,5%.
Simulasi kedua, indikator pasangan Anies Baswedan dengan Menparekraf Sandiaga Uno, terhadap Ganjar Pranowo yang dipasangkan dengan Erick Thohir, dan pasangan Prabowo Subianto-Puan Maharani. Alhasil, Ganjar-Erick mendapat dukungan tertinggi dengan 31,1%. Namun, mereka hanya terpaut tipis dengan Anies-Sandiaga yang mendapat dukungan 30,8%, dan Prabowo-Puan yang didukung 28,1%. Sedangkan 10% dari mereka yang tidak menjawab atau tidak tahu.
Indikator Politik Indonesia akan melakukan survei tatap muka pada 2-6 November 2021. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan metode multistage random sampling dengan jumlah responden sebanyak 2.020 orang. Survei ini memiliki margin of error sekitar 2,9% pada tingkat kepercayaan 95%.