Kisah Pilu Seorang Ibu dari Magelang 'Dibuang' Oleh 3 Anaknya ke Griya Lansia Malang
Malang - Kisah memilukan dialami seorang ibu baru di Griya Lansia Husnul Khatimah, Wajak, Kabupaten Malang. Dua hari lalu, Griya Lansia Husnul Khatimah menerima seorang ibu bernama Trimah dari Magelang, Jawa Tengah.
Sayangnya, perempuan berusia 65 tahun itu diserahkan oleh ketiga anaknya untuk dirawat, hingga nanti prosesi pemakaman jika ia meninggal. Surat pernyataan bermaterai dibuat dan ditandatangani oleh ketiga anak Trimah. Di balik itu, Griya Lansia sendiri memang membuka diri untuk menampung para lansia terlantar.
Kisah Trimah sempat viral di media sosial, ada pro dan kontra dalam keputusannya saat Trimah diserahkan ke Griya Lansia. Saat mengunjungi Griya Lansia Husnul Khatimah, Sabtu (30/10/2021), siang. Trimah menempati kamar nomor 10 bersama satu penghuni lainnya.
Pengelola Griya Lansia memang telah membuat satu ruangan untuk ditempati oleh dua orang. Trimah tidak membantah jika dia datang, dia bisa tinggal di Griya Lansia karena anak-anaknya diantar dan diserahkan kepadanya.
Namun, Trimah juga menunggu kehadiran ketiga anaknya untuk kembali menjemputnya dan nantinya bisa pulang.
"Saya dibawa ke sini (Griya Lansia), bersama anak-anak saya. Karena mereka bekerja di Jakarta," kata Trimah saat ditemui detikcom di ruang 10 Griya Lansia Husnul Khatimah.
Sebelum dibawa ke Griya Lansia, Trimah pernah diajak oleh salah satu anaknya untuk tinggal di Jakarta. Selama hampir setahun di Jakarta, Trimah diasuh oleh orang-orang yang didatangkan untuk menemaninya.
"Satu tahun di Jakarta, dirawat orang. Kebetulan anak saya ikut mertuanya jadi dicuekin," tuturnya.
Sepulang dari Jakarta, Trimah punya waktu 10 hari untuk pulang kampung. Di Magelang, dia tinggal bersama adiknya. Karena sudah berkeluarga, Trimah enggan numpang hidup.
"Sekali di desa (Magelang) 10 hari sama adik saya. Karena kakak saya sudah punya istri, tidak enak," katanya.
Trimah mengaku ketiga anaknya kini sudah berkeluarga, satu putri di Pekalongan dan dua lainnya tinggal di Jakarta.
"Semua masih berbaur dengan mertua. Satu di Pekalongan, dua lainnya di Jakarta," katanya.
Di tengah menjalani kehidupan baru di Griya Lansia, Trimah masih berharap bisa bertemu dengan ketiga anaknya. Bahkan Trimah ingin mereka segera menjemput untuk membawanya pulang.
"Saya betah di sini, tapi kalau di sini harapannya bisa dijemput anak-anak," ujarnya.
Sementara itu, Ketua Yayasan Husnul Khatimah Griya Lansia Arief Camra mengatakan, sesuai dengan tujuannya, Griya Lansia dimaksudkan untuk menampung para lansia terlantar. Sehingga Arief tidak bisa menolak jika ada orang atau keluarga yang menyerahkan lansia ke tempatnya.
Soal Trimah, kata Arief, ada keterangan tertulis yang harus disampaikan dan dimakamkan saat meninggal.
"Anaknya yang menyerahkan ke sini, Kamis (28/10/2021) kemarin. Untuk dirawat dan diproses pemakamannya saat meninggal," kata Arief terpisah.