PPKM Diperpanjang, Pemblokiran Jalan di Jateng Fokus di Perbatasan
Semarang - Pemblokiran jalan masih dilakukan di Jawa Tengah pada masa perpanjangan PPKM level 4 dan 3. Namun, saat ini fokus pemblokiran di titik-titik perbatasan.
Direktur Lalu Lintas Polda Jateng Kombes Rudy Syafirudin mengatakan, saat PPKM dimulai dari PPKM Darurat pada 3 Juli 2021, terdapat 244 titik isolasi di seluruh Jateng.
"PPKM yang diperpanjang hingga 16 Agustus memang dilonggarkan. Titik sekat masih ada, tapi sebelumnya 244 dikurangi," kata Rudy di ruang kerjanya, Selasa (10/8/2021).
Saat ini, pemekaran difokuskan pada perbatasan provinsi atau antar kabupaten dan kota. Jumlahnya sekitar 75 poin.
"Polisi hanya di pintu masuk dan keluar, sekitar 75 titik yang dipantau," jelasnya.
Namun, dia menegaskan hingga saat ini hanya kendaraan sektor penting dan kritis yang boleh lewat. Disertai pula dengan kelengkapan persyaratan lainnya.
"Tanpa surat keterangan resmi yang dikeluarkan pemerintah dan surat keterangan bebas COVID-19, esensial, kritis, tidak bisa masuk," kata Rudy.
Meski diberikan keringanan, Rudy mengimbau masyarakat tetap mematuhi protokol kesehatan. Selain fokus pada pemblokiran, polisi juga aktif memberikan nasihat.
"Kami melakukan banding, paling banyak banding. Isolasi tetap ada," tambahnya.
Sebelumnya, pemerintah pusat menetapkan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 2-4 di Jawa-Bali diperpanjang hingga 16 Agustus 2021.
“Dengan arahan Presiden Republik Indonesia, PPKM 4, 3, 2 akan diperpanjang hingga 16 Agustus 2021,” kata Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan dalam siaran langsung di kanal YouTube Sekretariat Presiden, Senin (9/8).
Luhut menjelaskan, perpanjangan PPKM dilakukan untuk menjaga momentum yang baik. Ia mengatakan, pelaksanaan PPKM level 2-4 sebelumnya sudah berjalan dengan baik.
“Pelaksanaan perpanjangan PPKM Level 4, 3, dan 2 yang dilaksanakan mulai 2 Agustus hingga 9 Agustus di Jawa-Bali menunjukkan hasil yang cukup menggembirakan,” ujarnya.