Kades Kendal Minta Maaf Soal Dangdutan, Polisi Tes Penyanyi Warga COVID-19
Kendal - Polisi mengusut kasus dangdutan di Desa Kebonagung, Kecamatan Ngampel, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, yang berujung pada ajakan duel antar kepala desa (kades) karena menolak menerima acara dibubarkan. Meski akhirnya kepala desa meminta maaf, polisi tetap melakukan penyelidikan dan akan melakukan tes COVID-19 pada penyanyi dan warga yang hadir dalam acara dangdut tersebut.
"Prosesnya akan terus berlanjut. Polisi akan terus mengusut terlebih dahulu, melakukan tes antigen pada mereka yang terlibat," kata Kapolres Kendal AKBP Yuniar Ariefianto, saat ditemui detikcom, Sabtu (21/8/2021).
“Mulai dari penyanyi, pemain musik hingga warga yang hadir untuk memastikan ada tidaknya penyebaran COVID-19, wait and see,” ujarnya.
Menurutnya, beberapa warga sudah mulai menjalani tes swab antigen di Puskesmas Pegandon. 4-5 hari ke depan akan dilanjutkan dengan tes PCR.
“Kami sudah mulai melakukan swab antigen kepada warga untuk mengetahui jika ada klaster baru penyebaran COVID-19. Masa inkubasi 4-5 hari, kita akan tes lagi dengan PCR,” jelasnya.
“Pemeriksaan antigen test pada 11 warga, hasilnya negatif. Kalau hari ini ada sekitar 11 warga, mungkin besok senin kita akan lakukan swab test lagi. Yang kita cek antigen swab testnya adalah mereka yang melihat pertunjukan musik dangdut. ," dia melanjutkan.
Selain itu, polisi juga melakukan penyelidikan dengan menanyakan sejumlah pihak. Termasuk panitia hingga penyanyi.
"Kami sudah memulai penyelidikan. Kami masih meminta keterangan dari warga dan pemuda yang hadir. Kami akan melakukan pemeriksaan terhadap penyanyi dan penyelenggara pertunjukan musik," tambah Yuniar.
Seperti diberitakan sebelumnya, Kepala Desa Kebonagung Widodo mengunjungi Mapolsek Pegandon yang juga membawahi Kecamatan Ngrampel, Kamis (19/8). Kedatangan Widodo untuk meminta maaf itu didampingi sejumlah anggota paguyuban kepala desa Kendal.
“Saya memang datang ke Polsek Pegandon didampingi rekan-rekan dari paguyuban lurah Kendal, bermaksud menemui Kapolres Pegandon, Pak Zaenal (AKP Zaenal Arifin) untuk meminta maaf sekaligus menjelaskan kesalahpahaman yang terjadi kemarin,” Widodo kata kepada AFP, Jumat (20/8).
"Saya minta maaf karena itu saya datang ke kantor polisi untuk meminta maaf kepada kepala polisi," katanya.